Geliat Partisipasi Masyarakat Kecamatan Pauh Dalam Menjaring Faktor Risiko PTM

Agt 12, 2019

21 kali dibuka

Geliat Partisipasi Masyarakat Kecamatan Pauh Dalam Menjaring Faktor Risiko PTM

Dinkes Padang_Puskesmas Pauh menjadi satu-satunya puskesmas di Kota Padang yang mendapatkan kucuran dana dekonsentrasi dari Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kesehatan Jiwa dan Napza Kementrian Kesehatan Republik Indonesia tahun ini. Rangkaian kegiatan awal deteksi dini faktor risiko PTM (Penyakit Tidak Menular) telah berakhir Rabu (11/7/2019).

Kegiatan dimulai dari sosialisasi gerakan deteksi dini faktor risiko PTM di Aula SMAK Padang pada hari Senin (8/7/2019). Sosialisasi ini mengundang 30 orang perwakilan dari lintas sektor di wilayah kerja Puskesmas Pauh. Pada pembukaan, Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Padang, dr.Hj.Gentina, M.MKes mengungkapkan harapan akan dukungan dari semua pihak agar kegiatan dapat berjalan dengan lancar. "InsyaAllah kami akan sangat mendukung semua kegiatan kesehatan di masyarakat, terlebih lagi setelah mendapatkan sosialisasi ini, kami pun bersedia untuk memberikan informasi PTM di mesjid-mesjid atau tempat umum lainnya" kata Zainul Arifin yang akrab dipanggil Buya, acapkali diundang sebagai tokoh masyarakat Pauh.

Bahkan Bhabinkamtibmas Polsek Pauh pun bersedia untuk mengamankan kegiatan deteksi dini faktor risiko PTM yang akan dilaksanakan selama enam bulan ke depan.

Kegiatan dilanjutkan dengan pembekalan kader posbindu PTM pada hari Selasa dan Rabu (9-10/7/2019) di Aula Kantor Camat Pauh. Kader yang hadir berjumlah 25 orang terdiri dari perwakilan 9 posbindu di Kecamatan Pauh.

Hari pertama pembekalan, diisi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat. Pemahaman tentang Penyakit Tidak Menular dan konsep posbindu wajib dimiliki oleh kader. Harapan agar antusiasme masyarakat terhadap posbindu sama halnya dengan posyandu yang sudah terlebih dahulu menggema di Indonesia. Oleh karena itu, kader sebagai perpanjangan tangan petugas kesehatan di puskesmas harus memiliki kemampuan mengajak masyarakat terutama yang berusia produktif untuk datang ke posbindu.

Hari kedua pembekalan diisi oleh narasumber dari Dinas Kesehatan Kota Padang. Materi yang disuguhkan berupa cara memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang pola hidup sehat. Setelah itu dilanjutkan dengan simulasi, dimana konsep ideal 5 tahap posbindu dipraktekkan langsung oleh kader dan petugas Puskesmas Pauh.

Acara pun diakhiri dengan pembuatan kesepakatan. "Setelah ini kami bersedia, penjaringan door to door pun kami mau, ini sudah jadi tanggung jawab kami" ungkap Asna, salah seorang kader, di akhir acara.

Evaluasi kegiatan akan dilaksanakan selama 6 bulan sehubungan dengan pemakaian dana dekonsentrasi yang turun langsung ke Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Barat.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan agar menjadi titik tolak bagi Puskesmas Pauh dan menjadi percontohan bagi puskesmas lainnya. Tak hanya karena ada kucuran dana, kegiatan ini harus terus berlanjut demi masyarakat sehat berperilaku CERDIK.


Admin : LBS