Waspadai DBD, Pesan Menkes saat Kunjungi Puskesmas Lubuk Buaya

 

Kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) yang terjadi di Kota Padang  mengalami peningkatan. Lima kecamatan tertinggi kasus penyakit DBD tersebut.Sehubungan dengan itu, Menteri Kesehatan RI Nila Djuwita F. Moeloek menyampaikan kiat mengatasi  kasus penyakit DBD itu,   saat melakukan kunjungan kerja ke Puskesmas Lubuk Buaya, Senin (22/2).

Menkes RI, menyebutkan  mengatasi terjadi DBD salah satunya, menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggal. Nyamuk  banyak, lingkungan tidak terjaga dari  kebersihan dan tidak memperhatikan tergenangnya air. Sehingga jentik banyak dan nyamukpun kian banyak berterbangan.

 

Jadi, akibat kurangnya kebersihan ditempat tinggal, maka penyakit DBD menyerang penghuninya. Untuk itu,  Meskes RI Nila Djuwita F. Moeloek  berpesan supaya masyarakat rajin menjaga kebersihan lingkungan. Bersihkan selalu lingkungan  dan tempat tinggal, maka jentik-jentik dan nyamuk hilang.

Sejalan dengan itu, kata Nila Djuwita F. Moeloek, hingga kini obat medis DBD memang belum ditemukan. Tapi, di Perancis telah ditemukan vaksin untuk mengatasinya. Tetapi vaksin  tersebut masih rancu, apakah efektif atau tidak, itu yang masih dikaji hingga sekarang.

Di sisi lain,Menkes RI mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk terus mengaktifkan gotongroyong,  seperti membersihkan saluran air di depan rumah. Setelah itu, Menkes RI ke Kota Padang, meninjau sejumlah lokasi, SDN 03 Alai, Kompleks Perumahan Permata Biru di Koto Tangah dan diakhiri mengunjungi Puskesmas Lubuk Buaya, ikut terlihat hadir Wakil Walikota Padang H.Emzalmi serta Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang  Eka Lusthi.

Sedangkan Wakil Walikota Padang H. Emzalmi mengatakan dari tahun 2012-  2014 lalu sempat terjadi penurunan kasus DBD di Kota Padang. Namun dari tahun 2015 hingga Februari 2016, terjadin peningkatan kasus penyakit DBD tersebut. Lalu upaya penanggulangan dan pencegahan telah dilakukan dengan melibatkan semua pihak dan memberdayakan masyarakat untuk peduli lingkungan, dan kebersihan lingkungan.

Upaya yang telah dilakukan  penyuluhan DBD dan pemberantasan sarang nyamuk serentak selama sebulan ke masyarakat danlingkungab  sekolah-sekolah pada Januari lalu. Kemudian memantau jentik berkala dan abatisasi ke sekolah, tempat umum dan kelurahan. Penyebaran leaflet, fogging massal pada tiga kelurahan yang termasuk kasus tertinggi  DBD dan masih dilaksanakan dengan diminimalisir kasus itu,” sebut Kepada DKK Kota Padang, drg. Eka Lusti.

Sumber:Padang.go.id