Pekan Penjaringan Kasus TBC,Strategi Berantas TBC di Kota Padang

Sep 6, 2019

19 kali dibuka

Pekan Penjaringan Kasus TBC,Strategi Berantas TBC di Kota Padang

Dinkes Kota Padang melakukan kegiatan Pekan Penjaringan Kasus TBC secara serentak di Kota Padang yang digelar dari tanggal 7 sampai 16 agustus 2019 lalu. Kegiatan ini melibatkan layanan kesehatan pemerintah, swasta, kader mesehatan serta peran serta Koalisi Organisasi Profesi TB (KOPI TB). KOPI TB terdiri dari dokter spesialis paru, dokter spesialis anak,dokter spesialis penyakit dalam dan dokter muda.

Kegiatan ini dilaksanakan untuk menjaring pasien terduga TBC di masyarakat, hal ini dilakukan karnaTBC masih menjadi masalah kesehatan di Indonesia. Khusus untuk Kota Padang sudah dilakukan juga penjaringan kasus TBC melalui ketuk pintu pada bulan maret 2019 lalu, namun belum mendapatkan hasil optimal. Tahun 2019 kasus terduga TBC yang dilaporkan sampai bulan juni sebanyak 8360 kasus sementara target penderita yang harus dijaring adalah 21.101 kasus (39,6%). Untuk itu di perlukan gerakan bersama dalam penjaringan kasus TBC dengan melibatkan tenaga profesi kesehatan yang praktek di pemerintah maupun swasta serta dukungan dari semua sektor untuk menemukan dan melaporkan orang yang bergejala TBC.

Rangkaian kegiatan Pekan Penjaringan TBC dimulai dengan dialog interaktif dengan Walikota Padang, Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dan Ketua KOPI TB Kota Padang di palanta rumah dinas Wako. Dalam dialog tersebut Pimpinan Kota Padang mengajak warganya untuk peduli TBC, bagi masyarakat yang bergejala batuk berdahak sudah 2 minggu diajak datang ke Pskesmas untuk periksa, jika terdeteksi maka obatnya di sediakan pemerintah secara gratis",ajaknya. .."Mari bersama kita cegah penularan TBC dengan menemukan, melaporkan kasus sedini mungkin dan periksa TBC mulai dari diri kita sendiri” imbuhnya. Kemudian, kegiatan dilanjutkan dengan penjaringan oleh dokter spesialis setiap akhir pekan yaitu hari sabtu bersama tim Puskesmas dengan agenda memeriksa orang terduga TBC.

Hasil terduga TBC yang di temukan selama pekan penjaringan adalah 4712 orang, sebanyak 3577 orang dari yang terduga TBC tersebut dilakukan pemeriksaan dahak pada orang dewasa dan mantoux test pada anak anak untuk menetapkan penderita positif TB. Hasil pemeriksaan dahak menemukan sebanyak 1.032 orang positif menderita TBC, kasus positif ini telah ditindaklanjuti dengan segera diberi pengobatan TBC di Rumah sakit maupun Puskesmas.

“Kegiatan ini di harapkan tidak hanya berhenti di sini, tapi dilakukan secara berkelanjutan oleh petugas kesehatan, sehingga kasus TBC dapat di temukan secara dini untuk memutus penularan TBC dan tercapainya eliminasi TBC 2030” tukas Evawestari selaku kasi pencegahan penyakit menular saat menanggapi hasil yang dicapai dalam rangkaian Pekan Penjaringan TBC yang telah berjalan dengan lancar.


Admin_ TT
Redaktur_Fz