Situasi Terkini Perkembangan Pemantauan Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Padang_04 April 2020

Apr 4, 2020

1316 kali dibuka

Situasi Terkini Perkembangan Pemantauan Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Padang_04 April 2020

Padang_Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS. Penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Pada 30 Januari 2020 Covid-19 dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.
Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejalanya demam diatas 38 derajat celcius, batuk, sesak napas yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung. Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Istilah terkait COVID19

(Pedoman Pencegahan dan Pengendalian CoronaVirus Disease /COVID19 Rev.4)

OTG (Orang Tanpa Gejala) adalah Seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang konfirmasi COVID-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19. Orang Tanpa gelaja ini wajib melakukan monitoring mandiri terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari.

 

Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan kasus pasiend alam pengawasan atau konfirmasi) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Termasuk kontak erat adalah:

  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan  membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan APD sesuai standar.
  2. Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
  3. Orang yang bepergian bersama (radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

ODP adalah Seseorang yang mengalami demam (≥38 0C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut: memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal dan memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.  

PDP atau Pasien dalam Pengawasan yang saat ini dikenal dengan Suspek adalah

  • Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38oC) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/ sesak nafas/ sakit tenggorokan/ pilek/ /pneumonia ringan hingga berat, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut: a. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal; b. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.
  • Seseorang dengan demam (≥38oC) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
  • Seseorang dengan ISPA berat/ pneumonia berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

PPT (Pelaku Perjalanan Dari Negara/Area Terjangkit) adalah Pelaku perjalanan dari negara/ wilayah terjangkit COVID-19 yang tidak bergejala wajib melakukan monitoring mandiri (self monitoring) terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari sejak kepulangan. Setelah kembali dari negara/area terjangkit sebaiknya mengurangi aktivitas yang tidak perlu dan menjaga jarak kontak (= 1 meter) dengan orang lain.

 

 

Negara Terjangkit per tanggal 03 April (infeksiemerging.kemkes.go.id)

170 Negara Terjangkit (Transmisi Lokal), total kasus konfirmasi COVID-19 global per tanggal 03 April 2020 adalah 972.303 kasus dengan 50.322 kematian (CFR 5,2 %) di 202 Negara terjangkit (sumber data WHO tanggal 03 April 2020 https://infeksiemerging.kemkes.go.id).

 

 

Wilayah Terjangkit di Indonesia

Wilayah Indonesia yang sudah melaporkan kasus konfirmasi (sumber data covid19.kemkes.go.id tanggal 03 April 2020)

32 Propinsi terjangkit : Bali, Nusa Tenggara Barat, Banten, Di Yogyakarta, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Kalimantan Utara, Aceh, Sumatera Utara, Riau, Kepulauan Riau, Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Bangka Belitung, Bengkulu, Lampung, Sulawesi Utara, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat.

Sejak 30 Desember 2019 sampai 03 April 2020 pukul 16.00 WIB, terdapat 7.986 orang yang diperiksa dengan hasil pemeriksaan yaitu 5.715 orang negatif, 1.986 kasus konfirmasi positif COVID-19, 134 sembuh dan 181 meninggal (CFR 9,1%).

 *Wilayah terjangkit adalah wilayah di Indonesia yang melaporkan kasus positif COVID-19.

 

Kondisi  Perkembangan COVID19 di Kota Padang, tercatat sejak Tanggal 07 Maret 2020

No

Tanggal

PPT

ODP

Baru

Selesai dipantau

Masih dipantau

Baru

Selesai dipantau (sembuh)

Masih dipantau

1

28 Maret

332

28

1.935

52

17

125

2

29 Maret

222

39

2.118

14

37

102

3

30 Maret

357

88

2.387

16

25

93

4

31 Maret

386

46

2.727

25

22

96

5

01 April

267

99

2.895

15

36

75

6

02 April

238

59

3.074

15

8

82

7

03 April

309

94

3.289

11

19

74

*data per tanggal 03 April 2020 berdasarkan Pedoman P2 COVID19 Rev.4

 

Jumlah PDP per tanggal 03 April 2020 adalah 18 orang dan Jumlah OTG yang kontak erat dengan penderita terkonfirmasi sebanyak 200 orang. Hasil pemeriksaan  kasus PDP di Kota Padang yang diperiksa laboratorium terdapat 8 kasus konfirmasi positif COVID19, 4 kasus negatif, 1 orang meninggal dunia, dan 6 orang masih menunggu hasil laboratorium, sembuh 0 kasus.

Segera melaporkan apabila menemukan orang dengan gejala COVID19 (demam, batuk, pilek dan 1 minggu sebelum sakit berkunjung ke daerah terjangkit kepada :

  1. dr.hj.Gentina,M.M.Kes (081261239600)
  2. dr. Dessy M. Siddik (081268924599)
  3. Tutwuri Handayani,SKM,M.kes (081374334117)

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Padang