Situasi Terkini Perkembangan Pemantauan Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Padang_27 Maret 2020

Mar 27, 2020

1338 kali dibuka

Situasi Terkini Perkembangan Pemantauan Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Padang_27 Maret 2020

Padang_Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS. Penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Pada 30 Januari 2020 Covid-19 dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.
Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejalanya demam diatas 38 derajat celcius, batuk, sesak napas yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung. Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah

Istilah terkait COVID19

(Pedoman Pencegahan dan Pengendalian CoronaVirus Disease /COVID19 Rev.3)

PPT (Pelaku Perjalanan Dari Negara/Area Terjangkit) adalah Pelaku perjalanan dari negara/area transmisi lokal yang tidak bergejala dan wajib melakukan monitoring mandiri terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari sejak kepulangan.

ODP adalah Seseorang yang mengalami demam (≥38 0C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut: memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal dan memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.  

PDP atau Pasien dalam Pengawasan yang saat ini dikenal dengan Suspek adalah

  • Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38oC) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/ sesak nafas/ sakit tenggorokan/ pilek/ /pneumonia ringan hingga berat, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut: a. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal; b. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.
  • Seseorang dengan demam (≥38oC) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
  • Seseorang dengan ISPA berat/ pneumonia berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

Negara Terjangkit per tanggal 26 Maret (covid19.kemkes.go.id)

125 Negara Terjangkit (Transmisi Lokal) : Afrika Selatan, Albania, Algeria, Amerika Serikat, Andorra, Arab Saudi, Argentina, Armenia, Australia, Austria, AzerBaijan,Bahamas, Bahrain, Bangladesh, Belgia, Belanda, Belarusia, Bosnia dan Herzegovania, Brazil, Brunei Darussalam, Bulgaria, Burkina Faso, Chili, Cina, Denmark, Ekuador, Estonia, Fiji, Filipina, Finlandia, Guam, Guatemala, Guyana, Hungaria, India, Indonesia, Israel, Irak, Iran, Irlandia, Islandia, Italia, Jamaika, Jepang, Jerman, Jersey, Kamboja, Kamerun, Kanada, Kepulauan Faroe Kenya, Kolombia, Kosta Rika, Kosovo, Kroasia, Kuba, Kuwait, Kyrgystan,Latvia, Lebanon, Liberia, Lituania, Luksemburg, Makedonia Utara, Malaysia, Maldives, Maltra, Maroko, Meksiko, Mesir, Monako, Norwegia, Oman, Pakistan, Palestina, Panama, Paraguay, Perancis, Peru, Polandia, Polinesia Perancis, Portugal, Qatar, Republik Ceko, Republik Dominikan,Republik Demokratik Kongo, Republik Korea, Republik Moldova, Rumania, Rusia, Rwanda, San Marino, Selandia Baru, Senegal, Serbia, Singapura, Siprus, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Sri Lanka, Swedia, Swiss, Thailand, Tunisia, UK, Ukraina, Uni Emirat Arab, Uzbekistan, Venezuela, Vietnam, Yordania dan Yunani.

 

Total kasus konfirmasi COVID-19 global per tanggal 25 Maret 2020 adalah 414.179 kasus dengan 18.440 kematian (CFR 4,3%) di 192 Negara terjangkit (sumber data WHO tanggal 26 Maret 2020).

 

Wilayah Terjangkit di Indonesia

Wilayah Indonesia yang sudah melaporkan kasus konfirmasi (sumber data covid19.kemkes.go.id tanggal 26 Maret 2020)

27 Propinsi terjangkit : Bali, Nusa Tenggara Barat, Banten, Di Yogyakarta , DKI Jakarta , Jawa Barat , Jawa Tengah , Jawa Timur , Kalimantan Barat , Kalimantan Timur , Kalimantan Tengah , Kalimantan Selatan , Aceh, Sumatera Utara , Riau , Kepulauan Riau , Jambi, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Lampung , Sulawesi Utara , Sulawesi Tenggara , Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan , Maluku , Maluku Utara, Papua.

Sejak 30 Desember 2019 sampai 26 Maret 2020 pukul 16.00 WIB, terdapat 3.925 orang yang diperiksa dengan hasil pemeriksaan yaitu 3.032 orang negatif, 893 kasus konfirmasi positif COVID-19, 35 sembuh dan 78 meninggal (CFR 8,7%).

 *Wilayah terjangkit adalah wilayah di Indonesia yang melaporkan kasus positif COVID-19.

 

Kondisi  Perkembangan COVID19 di Kota Padang, tercatat sejak Tanggal 07 Maret 2020

No

Tanggal

PPT

ODP

PDP

Konfirmasi

Baru

Selesai dipantau

Masih dipantau

Baru

Selesai dipantau (sembuh)

Masih dipantau

Baru

Kum

Positif

Negatif

1

23 Maret

193

20

816

23

5

44

1

5

-

-

2

24 Maret

230

20

1.026

59

6

97

-

5

-

-

3

25 Maret

151

38

1.139

10

13

94

-

5

-

-

4

26 Maret

245

13

1.347

33

48

79

1

6

2

-

*data per tanggal 20 Maret 2020 berdasarkan Pedoman P2 COVID19 Rev.3

 

Jumlah PDP per tanggal 26 Maret 2020 adalah 6 orang. Hasil pemeriksaan  kasus PDP di Kota Padang yang diperiksa laboratorium terdapat 2 kasus konfirmasi positif COVID19 dan 4 kasus menunggu hasil konfirmasi Laboratorium Litbangkes Kemenkes.

Segera melaporkan apabila menemukan orang dengan gejala COVID19 (demam, batuk, pilek dan 1 minggu sebelum sakit berkunjung ke daerah terjangkit kepada :

  1. dr.hj.Gentina,M.M.Kes (081261239600)
  2. dr. Dessy M. Siddik (081268924599)
  3. Tutwuri Handayani,SKM,M.kes (081374334117)

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Padang