Kendalikan HIV AIDS di Kota Padang bersama Stakeholder terkait dengan gerakan pemetaan populasi kunci

Agt 5, 2022

299 kali dibuka

Kendalikan HIV AIDS di Kota Padang bersama Stakeholder terkait dengan gerakan pemetaan populasi kunci
Rapat stakeholder yang dipimpin oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dr Srikurnia Yati

    Epidemi suatu penyakit perlu diamati terus-menerus melalui kegiatan surveilans epidemiologi termasuk penyakit HIV AIDS. Tujuannya mengetahui estimasi populasi kunci yang beresiko terhadap HIV AIDS dan untuk mencegah  penyebaran atau mengurangi dampak buruk yang dapat terjadi pada masyarakat. Salah satu pelaksanaan surveilans dalam program pengendalian HIV dan AIDS dikenal  dengan surveilans generasi kedua. Surveilans generasi kedua dikembangkan sebagai respon  terhadap semakin kompleksnya permasalahan terkait epidemi HIV.

     Dalam rangka untuk memberikan gambaran epidemi yang terjadi pada Kelompok Populasi  Paling Berisiko HIIV di Indonesia, maka dilaksanakan Pemetaan  Populasi Kunci 2-3 tahun sekali secara berkesinambungan. Pemetaan Populasi Kunci terakhir dilaksanakan di tahun 2018 lalu dan dilanjutkan Tahun 2022 ini yang dilaksanakan di 200 kabupaten/kota di 34 Provinsi.

       Kota Padang bersama stakeholder terkait melakukan rapat koordinasi terkait persiapan Pemetaan populasi kuci HIV di Kota Padang yang akan dilakukan oleh petugas lapangan dan puskesmas terpilih. Rapat diadakan tanggal 1 Agusts 2022 di hotel Bunda Padang. Rapat dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Padang dengan peserta perwakilan OPD dari Kesbangpol, Dinas Pariwisata, Dinas Sosial, Dinas Perdagangan, Camat Padang Barat, Camat Padang Timur, Camat Padang Utara dan dari Dinas Kesehatan Kabid P2P dan Sub Kordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.

   Hasil rapat semua OPD berkomitmen untuk bersama mencegah penanggulangan HIV AIDS dari hulunya melalui kegiatan promotif dan preventif. Harapan  dari peserta rapat adalah tersedianya data estimasi populasi beresiko HIV di Kota Padang setelah pemetaan dilakukan sehinngga dapat disusun rencana ke depan dalam penaggulangan HIV AIDS menuju eliminasi HIV tahun 2030.