Situasi Terkini Perkembangan Kasus Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Padang_18 April 2020 Update Pukul 10.00 WIB

Apr 18, 2020

5687 kali dibuka

Situasi Terkini Perkembangan Kasus Coronavirus Disease (COVID-19) di Kota Padang_18 April 2020 Update Pukul 10.00 WIB

Padang_Coronavirus merupakan keluarga besar virus yang menyebabkan penyakit ringan sampai berat, seperti common cold atau pilek dan penyakit yang serius seperti MERS dan SARS. Penularannya dari hewan ke manusia (zoonosis) dan penularan dari manusia ke manusia sangat terbatas. Infeksi virus ini disebut COVID-19 dan pertama kali ditemukan di kota Wuhan, Cina, pada akhir Desember 2019. Pada 30 Januari 2020 Covid-19 dinyatakan sebagai darurat kesehatan masyarakat internasional.
Virus ini menular dengan cepat dan telah menyebar ke wilayah lain di Cina dan ke beberapa negara, termasuk Indonesia.

Coronavirus adalah kumpulan virus yang bisa menginfeksi sistem pernapasan. Pada banyak kasus, virus ini hanya menyebabkan infeksi pernapasan ringan, seperti flu. Namun, virus ini juga bisa menyebabkan infeksi pernapasan berat, seperti infeksi paru-paru (pneumonia), Middle-East Respiratory Syndrome (MERS), dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS).

Gejalanya demam diatas 38 derajat celcius, batuk, sesak napas yang membutuhkan perawatan di Rumah Sakit. Gejala ini diperberat jika penderita adalah usia lanjut dan mempunyai penyakit penyerta lainnya, seperti penyakit paru obstruktif menahun atau penyakit jantung. Seseorang dapat tertular COVID-19 melalui berbagai cara, yaitu:

  • Tidak sengaja menghirup percikan ludah dari bersin atau batuk penderita COVID-19
  • Memegang mulut atau hidung tanpa mencuci tangan terlebih dulu setelah menyentuh benda yang terkena cipratan air liur penderita COVID-19
  • Kontak jarak dekat dengan penderita COVID-19, misalnya bersentuhan atau berjabat tangan

Virus Corona dapat menginfeksi siapa saja, tetapi efeknya akan lebih berbahaya atau bahkan fatal bila terjadi pada orang lanjut usia, ibu hamil, orang yang sedang sakit, atau orang yang daya tahan tubuhnya lemah.

Negara Terjangkit per tanggal 17 April (infeksiemerging.kemkes.go.id)

181 Negara Terjangkit (Transmisi Lokal), total kasus konfirmasi COVID-19 global adalah 1.991.562 kasus dengan 130.885 kematian (CFR 6,6 %) di 213 Negara terjangkit (sumber data WHO tanggal 17 April 2020 di infeksiemerging.kemkes.go.id).

Wilayah Terjangkit di Indonesia

Wilayah Indonesia yang sudah melaporkan kasus konfirmasi (sumber data  infeksiemerging.kemkes.go.id tanggal 17 April 2020)

Sejak 30 Desember 2019 sampai 17 April 2020 pukul 17.00 WIB terdapat 34 Propinsi terjangkit, terdapat 37.134 orang yang diperiksa dengan hasil pemeriksaan yaitu 31.211 orang negatif, 5.923 kasus konfirmasi positif COVID-19, 607 sembuh dan 520 meninggal (CFR 8,8%).

Wilayah Indonesia dengan Transmisi Lokal

DKI Jakarta, Sumatera Utara (Kota Medan), Sumatera Barat (Kabupaten Pesisir Selatan, Kota Padang, Kota Bukittinggi), Riau (Kota Pekanbaru), Sumatera Selatan (Kota Prabumulih), Jawa Barat (Kabupaten Bogor, Kabupaten Karawang, Kabupaten Bekasi, Kota Bogor, Kota Bandung, Kota Bekasi, Kota Depok), Jawa Tengah (Kota Surakarta, Kota Semarang), Jawa Timur (Kabupaten Kediri, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Magetan, Kota Surabaya), Banten (Kabupaten Tangerang, Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan), Bali (Kabupaten Jembrana, Kabupaten Gianyar, Kabupaten Bangli, Kabupaten Karang Asem, Kabupaten Buleleng, Kota Denpasar), Kalimantan Barat (Kota Pontianak), Kalimantan Tengah (Kota Palangka Raya), Kalimantan Selatan (Kota Banjarmasin), Kalimantan Timur (Kota Balikpapan), Sulawesi Utara (Kota Manado), Sulawesi Selatan (Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, Kota Makassar), Sulawesi Tenggara (Kota Kendari), Papua (Kabupaten Mimika, Kota Jayapura)

 

*Wilayah terjangkit adalah wilayah di Indonesia yang melaporkan kasus positif COVID-19.

Sebaran kasus Covid19 Kota Padang Per Kelurahan per Tanggal 18 April 2020 Pukul 10.00 WIB

No

Kecamatan

Kelurahan

Konfirmasi

Meninggal

Sembuh

Keterangan

1

Pdg Timur

Andalas

2

 

1

 

 

 

Jati

5

 

3

 

 

 

Sawahan

5

 

 

 

 

 

Kubu Marapalam

1

1

 

 

 

 

Simpang Haru

1

 

 

+1

    Parak Gadang Timur 1     +1

2

Pdg Utara

Gn. Pangilun

2

 

 

 

3

Koto Tangah

Lubuk Buaya

3

1

 

 

 

 

Batang Kabung Ganting

2

1

 

 

 

 

Ikur Koto

1

 

1

 

 

 

Pasir Nan Tigo

2

1

 

+1

4

Kuranji

Kuranji

1

 

1

 

 

 

Anduring

1

 

 

 

 

 

Lubuk lintah

2

 

 

 

 

 

Ampang

1

+1

 

 

5

Lb. Begalung

Tjg. Saba Pitameh

1

 

1

 

 

 

Pagambiran

3

 

 

+2

 

 

Banuaran

1

 

 

 

 

 

Lubuk Begalung

1

 

 

 

 

 

Batuang Taba

2

+1

 

+2

6

Lb. Kilangan

Indarung

2

 

+1

 

    Batu Gadang 1     +1

7

Padang  Barat

Ujung Gurun

2

 

 

 

8

Pauh

Pisang

4

 

 

 

9

Padang Selatan

Mata Air

1

 

 

 

 

TOTAL

48

6

8

8

 

Jumlah PDP per tanggal 18 April 2020 adalah  68 orang (kumulatif) dan Jumlah OTG yang kontak erat dengan penderita terkonfirmasi sebanyak 435 orang. Hasil pemeriksaan  kasus PDP di Kota Padang yang diperiksa laboratorium per tanggal 18 April 2020 terdapat 8 kasus tambahan (1 kasus di Kec. Koto Tangah, 4 kasus di Kec.Lubuk Begalung, 2 kasus di Kec.Padang Timur, 1 kasus di Kec. Lubuk Kilangan) sehingga Total 48 kasus konfirmasi positif COVID19, 13 kasus negatif, terdapat 2 tambahan kasus meninggal dunia (1 kasus di Kec.Kuranji dan 1 kasus di Kec. Lubuk Begalung) sehingga Total meninggal dunia 6 orang, dan 7 orang masih menunggu hasil laboratorium, terdapat tambahan 1 kasus sembuh (1 kasus di Kec Lubuk Kilangan) sehingga Total sembuh 8 kasus.

Istilah terkait COVID19

(Pedoman Pencegahan dan Pengendalian CoronaVirus Disease /COVID19 Rev.4)

 

OTG (Orang Tanpa Gejala) adalah Seseorang yang tidak bergejala dan memiliki risiko tertular dari orang konfirmasi COVID-19. Orang tanpa gejala (OTG) merupakan kontak erat dengan kasus konfirmasi COVID-19. Orang Tanpa gelaja ini wajib melakukan monitoring mandiri terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari.

 

Kontak Erat adalah seseorang yang melakukan kontak fisik atau berada dalam ruangan atau berkunjung (dalam radius 1 meter dengan kasus pasiend dalam pengawasan atau konfirmasi) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

Termasuk kontak erat adalah:

  1. Petugas kesehatan yang memeriksa, merawat, mengantar dan  membersihkan ruangan di tempat perawatan kasus tanpa menggunakan APD sesuai standar.
  2. Orang yang berada dalam suatu ruangan yang sama dengan kasus (termasuk tempat kerja, kelas, rumah, acara besar) dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.
  3. Orang yang bepergian bersama (radius 1 meter) dengan segala jenis alat angkut/kendaraan dalam 2 hari sebelum kasus timbul gejala dan hingga 14 hari setelah kasus timbul gejala.

ODP adalah Seseorang yang mengalami demam (≥38 0C) atau riwayat demam; atau gejala gangguan sistem pernapasan seperti pilek/sakit tenggorokan/batuk dan tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut: memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal dan memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.  

PDP atau Pasien dalam Pengawasan yang saat ini dikenal dengan Suspek adalah

  • Seseorang dengan Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) yaitu demam (≥38o C) atau riwayat demam; disertai salah satu gejala/tanda penyakit pernapasan seperti: batuk/ sesak nafas/ sakit tenggorokan/ pilek/ /pneumonia ringan hingga berat, pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala, memenuhi salah satu kriteria berikut: a. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di luar negeri yang melaporkan transmisi lokal; b. Memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di area transmisi lokal di Indonesia.
  • Seseorang dengan demam (≥38oC) atau riwayat demam atau ISPA DAN pada 14 hari terakhir sebelum timbul gejala memiliki riwayat kontak dengan kasus konfirmasi atau probabel COVID-19
  • Seseorang dengan ISPA berat/ pneumonia berat di area transmisi lokal di Indonesia yang membutuhkan perawatan di rumah sakit DAN tidak ada penyebab lain berdasarkan gambaran klinis yang meyakinkan

PPT (Pelaku Perjalanan Dari Negara/Area Terjangkit) adalah Pelaku perjalanan dari negara/ wilayah terjangkit COVID-19 yang tidak bergejala wajib melakukan monitoring mandiri (self monitoring) terhadap kemungkinan munculnya gejala selama 14 hari sejak kepulangan. Setelah kembali dari negara/area terjangkit sebaiknya mengurangi aktivitas yang tidak perlu dan menjaga jarak kontak (= 1 meter) dengan orang lain.

 

Segera melaporkan apabila menemukan orang dengan gejala COVID19 (demam, batuk, pilek dan 1 minggu sebelum sakit berkunjung ke daerah terjangkit kepada :

  1. dr.Hj.Gentina,M.M.Kes (081261239600)
  2. dr. Dessy M. Siddik (081268924599)
  3. Tutwuri Handayani,SKM,M.kes (081374334117)

Sumber : Dinas Kesehatan Kota Padang